*KEUTAMAAN TAUHID*

Tauhid memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

1. Orang yang bertauhid kepada Allah akan dihapus dosa-dosanya.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah ﷺ dalam sebuah hadits qudsi, dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً.

"Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan dosa sepenuh bumi, sedangkan engkau ketika mati tidak menyekutukan Aku sedikit pun juga, pasti Aku akan berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula." [HR. Tirmidzi]

2. Menyebabkan aman dari siksa pada hari kiamat.

Allah berfirman,

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ اْلأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur-adukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." [QS. Al An’am: 82]

3. Orang yang bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dijamin masuk Surga karena Tauhid merupakan kunci masuk surga.
    
Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ.

"Barangsiapa yang mati dan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Allah, maka ia masuk Surga." [HR. Muslim]

مَنْ مَاتَ لاَيُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ.

"Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, ia masuk Surga." [HR. Muslim]

4. Dengan tauhid, Allah berkenan menghapus kesalahan-kesalahan.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ dalam hadits qudsi: "Sesungguhnya Allah akan menyelamatkan seorang manusia. Lalu Allah membentangkan 99 catatan amal di hadapan orang itu. Satu catatan (ukuran) sejauh mata memandang. Kemudian Allah berfirman, "Adakah diantara catatan-catatan ini yang engkau ingkari? Apakah penulis-penulisku telah menzhalimimu?" Orang itu menjawab, "Tidak wahai Rabb!" Allah berfirman, "Apakah engkau mempunyai alasan?" Orang itu menjawab, "Tidak wahai Rabb!" Allah berfirman, "Tentu. Sesungguhnya dalam catatan kami, engkau punya kebaikan. Dan sesungguhnya hari ini engkau tidak akan dizhalimi!" Lalu keluarlah sebuah kartu, tertulis padanya:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Lalu Allah berfirman, "Datangkanlah timbanganmu!" Orang itu menjawab, "Wahai Rabbku, apalah artinya satu kartu ini dengan catatan-catatan amal (kejelekan) ini." Allah berfirman, "Sesungguhnya, engkau tidak akan dizhalimi." Kemudian catatan-catatan itu ditaruh pada salah satu sisi timbangan dan kartu di sisi yang lain. Kemudian catatan-catatan amal itu menjadi ringan dan kartu itu menjadi berat, tidak ada sesuatupun yang lebih berat dari nama Allah." [Hadits shahih, terkenal di kalangan ahlu ilmi dengan haditsul bithaqah. Lihat Silsilah Al Alhadits Ash Shahihah, karya Syaikh Al Albani rahimahullah no. 135]

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✒ Akhukum Fillah Abu Royhan dari berbagai sumber

•┈•❦•┈•◕✿◕•┈•❦•┈•

💎 Grup Dakwah Permata Sunnah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

🔇 *KEPADAMU YANG TIDAK MAU MENGUCAPKAN SALAM KEPADA SAUDARANYA MUSLIMIN*

Bacaan Sayyidul Istighfar